Rabu, 02 Oktober 2013

perih

mungkin kau pikir aku tak tahu persimpanganmu, selama ini aku hanya diam tak bertanya sepenuhnya kepadamu
aku diam bukan berarti aku tak tahu yang sebenarnya terjadi
menjadikan ketidakpekaanku menjadi sebuah alasan untuk tidak ingin mengetahui yang sebenarnya terjadi
tahukah kamu? aku mencoba untuk menyembunyikan semua darimu
aku menunggumu untuk bercerita sepenuhnya,
aku menunggumu megungkapkan yg sebenarnya terjadi
mungkin saat ini kau merasa aman menyembunyikannya dariku
sampai kapan?
sampai kapan kau bertahan menyembunyikannya dariku?
yang kutunggu darimu hanyalah sepotong kejujuran yg mungkin tidak ada artinya bagi orang lain, tapi bagiku? sepotong kejujuran itu sangat penting bagiku
aku menjadi tahu dimana posisiku berada
dan aku menjadi tahu kapan aku harus segera pergi menjauh darimu ataukah haruskah aku tetap tinggal disisimu.
mungkin perjalanan ini baru dimulai, tapi aku membtuhkan sedikit kejujuranmu untuk membuka lembaran baru
katamu, itu hanyalah sepotong cerita lama
cerita lama?
aku tak pernah mendengar langsung darimu
kau tahu?
mendengar ceritamu dari orang lain lebih menyakitkan daripada mendengar langsung darimu
yang kuinginkan hanyalah mendengar langsung dari mulut manismu, meskipun rasanya akan perih, setidaknya hanya akan melukaiku saat itu saja
kalau memang hanya cerita lama, mungkinkah kau masih ingin memilihnya?
jika kau memilihnya, mengapa tak kau biarkan aku pegi saja?
kau tahu?
menjadi bayang-bayang seseorang dimasalalu hanya kan tetap menjadi bayangan yang tak akan terlihat siapa dirimu sebenarnya yg selalu ada untuk seseorang
kau tahu?
menjadi bayangan itu g enak, cuma dimainin perasaanya
dan tak selamanya akan tetap menjadi seperti ini kan?
ingin rasanya segera pergi menjauh darimu, sejauh mungkin
terlalu sakit rasanya memendam semua pertanyaan yg tak akan pernah terjawab langsung darimu

jika kau tetap memikirkannya, lepaskanlah aku dan semoga kau bahagia bersamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar